Pengembangan Budaya Literasi Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP

Authors

  • Gerry Pratama Jurusan Administrasi Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Islam Nusantara, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 530, Bandung, Jawa Barat 40286, Indonesia
  • Eva Dianawati Wasliman Jurusan Administrasi Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Islam Nusantara, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 530, Bandung, Jawa Barat 40286, Indonesia
  • Sri Handayani Jurusan Administrasi Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Islam Nusantara, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 530, Bandung, Jawa Barat 40286, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36312/educatoria.v6i1.998

Keywords:

Literacy Culture, Reading Skills, Writing Skills, Education Management, Junior High School

Abstract

This study aims to analyze the implementation of school literacy culture and its impact on improving students' reading and writing skills in Indonesian learning at the junior high school level. The research uses a descriptive qualitative approach. Data was collected through learning observations, interviews with school principals, Indonesian teachers, and students, and document analysis. The results of the study show that the implementation of literacy programs that are managed in a planned and systematic manner, such as fifteen-minute reading activities, the development of literacy corners in various school locations, library optimization, and writing guidance, are able to improve students' reading and writing skills. Improvements can be seen in the ability to understand texts, find main ideas, analyze the structure and language of the text, and arrange writing sequentially and logically. The success of the literacy program is influenced by the strong leadership of the principal as a policy maker, motivator, supervisor, and initiator of cooperation, the pedagogical commitment of teachers, the availability of adequate facilities, and the active participation of parents and the school community. Supporting factors include the commitment of the principal and teachers, the support of parents and school committees, a conducive school environment, and adequate facilities. Inhibiting factors include challenges in the consistency of program implementation, limited book collections, differences in student motivation, limited time and budget, and competition with gadgets. This research emphasizes the importance of strengthening school literacy culture as part of education management to improve the quality of Indonesian learning in junior high schools.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th Ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th Ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Dewi, L. R., Naamy, N., & Malik, A. (2023). Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Literasi di SMPN 3 Praya dan SMPN 4 Praya Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1), 779-785. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1328

Friantary, H. (2019). Budaya Membaca sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat. Jurnal Disastra, 1(1), 66-70. http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v1i1. 1485

Hanifah, E., Candika, Kusmiarti, R., & Manjato, A. (2022). Pengembangan Budaya Literasi melalui Pojok Baca di SMPN 55 Merangin, Jambi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(5), 694–704. https://doi.org/10.55983/empjcs.v1i5.247

Hilaliyah, T. (2016). Kemampuan Membaca Anak Usia Dini. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 187–194. http://dx.doi.org/10.30870/jmbsi.v1i2

Khasanah, U., Miyono, N., Utami, R. E., & Rachmawati, Y. (2023). Pemanfaatan Pojok Baca dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Jurnal Educatio, 9(2), 703-708. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4 813

Komalasari, A. S., & Riani, D. (2023). Edukasi Manfaat Literasi Membaca dan Menulis di SMK PGRI 3 Bogor. Jurnal Pengabdian Masyarakat UIKA Jaya, 1(2), 82–92. http://doi.org/10.32832/jpmuj.v1i2

Kurniawan, R., & Parnawi, A. (2023). Manfaat Literasi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. JPBB : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya, 2(1), 184-195. https://doi.org/10.55606/jpbb.v2i1.1148

Latifah, M. M., Samosir, F. T., & Sa’diyah, L. (2024). The Role of the Classroom Reading Corner in Improving Student Literacy Culture at SMP Negeri 15 Bengkulu. Edulib : Journal of Library and Information Science, 14(2), 162-171. https://doi.org/10.17509/edulib.v14i2.70359

Mardiani, N., & Wahyuni, S. (2022). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis di SMA Negeri 3 Batusangkar. JIPIS : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 1(1), 8–14. https://doi.org/10.31958/jipis.v1i1.5946

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2015). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation (4th Ed.). Hoboken: Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd Ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munirah. (2019). Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf. Sleman: Deepublish.

Padallingan, Y., & Sari, Y. (2023). Analisis Pemanfaatan Pojok Baca dalam Menumbuhkan Literasi Siswa Kelas V UPT SDN 9 Bittuang. In Prosiding Seminarnasional PGSD UKI Toraja (pp. 42-48). Toraja, Indonesia: Universitas Kristen Indonesia Toraja

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods (4th Ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. 2015. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ramdani, A., Sumantri, M., & Supriadi, O. (2018). Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah. Fokus Manajemen Pendidikan, 1(1), 45–56. https://doi.org/10.30762/ed.v1i2.449

Safnowandi, S. (2021). Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Literasi Sains Siswa. Bio-Edu: Jurnal Pendidikan Biologi, 6(1), 40-54. https://doi.org/10.32938/jbe.v6i1.831

Srimuliati, S., Saputri, N., Azzahra, A., Asih, S., Alnisa, S. S., & Fatrisya, P. (2024). Pengembangan Budaya Literasi melalui Pojok Baca di SMP Muhammadiyah Langsa. Catimore : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 14–26. https://doi.org/10.56921/cpkm.v3i1.172

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd Ed.). Bandung: CV. Alfabeta.

Suwandi, S. (2019). Pendidikan Literasi: Membangun Budaya Belajar, Profesionalisme Pendidik, dan Budaya Kewirausahaan untuk Mewujudkan Marwah Bangsa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Wiedarti, P. (2018). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Pratama, G., Wasliman, E. D., & Handayani, S. (2026). Pengembangan Budaya Literasi Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(1), 149–165. https://doi.org/10.36312/educatoria.v6i1.998

Issue

Section

Articles